Friday, 31 October 2014

Pesawat Sederhana

Pesawat Sederhana – Untuk mempelajari Pesawat Sederhana sebainya Anda sudah sangat paham dengan baik tentangUsaha dalam Fisika dan Hubungan antara Usaha dan Energi karena materi ini keterkaitan yang sangat erat.

Setiap hari kamu pasti selalu melakukan usaha. Ada yang mudah dan ada pula yang sulit. Oleh karena itu, kadangkadang kamu memerlukan suatu alat sederhana yang dapat membantumu melakukan usaha. Alat itu disebut dengan pesawat sederhana. Misalnya, kamu akan menancapkan paku pada kayu, tentu akan sulit tanpa palu. Begitu pula ketika kamu akan membuka baut, akan kesulitan apabila tanpa bantuan kunci pembukanya. Pesawat sederhana banyak sekali jenisnya dan semuanya dibuat untuk memudahkan kamu melakukan usaha. Prinsip kerja pesawat sederhana dikelompokkan menjadi beberapa bagian, di antaranya tuas, katrol, dan bidang miring. Marilah kita bahas satu persatu.

Pesawat Sederhana

1. Tuas
Jungkat-jungkit adalah sejenis pesawat sederhana yang disebut pengungkit atau tuas. Tuas memiliki banyak kegunaan, di antaranya adalah untuk mengangkat atau memindahkan benda yang berat.

Tuas merupakan alat yang sering digunakan orang untuk memindahkan sebuah batu yang berat. Berat beban yang akan diangkat disebut gaya beban (F_{b}) dan gaya yang digunakan untuk mengangkat batu atau beban disebut gaya kuasa (F_{k}). Jarak antara penumpu dan beban disebut lengan beban (l_{b}) dan jarak antara penumpu dengan kuasa disebut lengan kuasa (l_{k}).

Penggunaan tuas

Hubungan antara besaran-besaran tersebut menunjukkan bahwa perkalian gaya kuasa dan lengan kuasa (F_{k}l_{k}) sama dengan gaya beban dikalikan dengan lengan beban (F_{b}l_{b}). Artinya besar usaha yang dilakukan kuasa sama dengan besarnya usaha yang dilakukan beban. Oleh sebab itu, pada tuas berlaku persamaan sebagai berikut.

F_{k}l_{k}=F_{b}l_{b}

dengan:

F_{k} = gaya kuasa (N)
F_{b} = gaya beban (N)
l_{k} = lengan kuasa (m)
l_{b} = lengan beban (m)

Keuntungan pada pesawat sederhana disebut Keuntungan Mekanis (KM). Secara umum keuntungan mekanis didefinisikan sebagai perbandingan gaya beban dengan gaya kuasa KM=\frac{F_{b}}{F_{k}}  sehingga keuntungan mekanis pada tuas atau pengungkit bergantung pada panjang masing-masing lengan. Semakin panjang lengan kuasanya, semakin besar keuntungan mekanisnya. Secara matematis keuntungan mekanis ditulis sebagai berikut.

KM=\frac{F_{b}}{F_{k}}=\frac{l_{k}}{l_{b}}

Contoh Soal

Sebuah pengungkit dengan panjang 3 m digunakan untuk mengangkat batu yang beratnya 2.000 N. Jika panjang lengan kuasa 2,5 m, hitunglah:

a. gaya kuasa yang harus diberikan untuk mengangkat batu;

b. keuntungan mekanis tuas.

Penyelesaian:

Diketahui:

l = 3 m

l_{b} = (3 m – 2,5 m) = 0,5 m

F_{b} = 2.000 N

l_{k} = 2,5 m

Ditanya:

a. gaya kuasa

b. keuntungan mekanis

Jawab:

a. F_{k}l_{k}=F_{b}l_{b}

F_{k}=\frac{F_{b}l_{b}}{l_{l_{k}}}

F_{k}=\frac{2.000 N.0,5m}{2,5m}

F_{k}=400N

b. Keuntungan Menkanis

KM=\frac{F_{b}}{F_{k}}

KM=\frac{2.000N}{400N}

KM=5N

Berdasarkan letak titik tumpunya, tuas atau pengungkit diklasifikasikan menjadi tiga golongan, yaitu sebagai berikut.

a. Tuas Golongan Pertama

Titik tumpu berada di antara titik beban dan titik kuasa, Contohnya gunting, tang pemotong, gunting kuku, dan linggis.

b. Tuas Golongan Kedua

Titik beban berada di antara titik tumpu dan titik kuasa. Contoh tuas jenis ini, di antaranya adalah gerobak beroda satu, pemotong kertas, dan pelubang kertas.

c. Tuas Golongan Ketiga

Titik kuasa berada di antara titik tumpu dan titik beban. Contoh tuas jenis ini adalah lengan, alat pancing, dan sekop.

2. Katrol

Katrol digunakan untuk mengambil air atau mengangkat beban yang berat. Katrol merupakan pesawat sederhana yang dapat memudahkan melakukan usaha. Katrol dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu katrol tetap, katrol bergerak, dan katrol berganda.

a. Katrol Tetap

b. Katrol Tunggal Bergerak

c. Katrol Majemuk atau Katrol Berganda

3. Bidang Miring

Ketika di pasar, mungkin kamu pernah melihat orang yang sedang menaikkan drum berisi minyak ke atas sebuah truk. Pesawat sederhana apakah yang mereka gunakan? Bidang miring merupakan alat yang sangat efektif untuk memudahkan kerja.

Keuntungan mekanis bidang miring bergantung pada panjang landasan bidang miring dan tingginya. Semakin kecil sudut kemiringan bidang, semakin besar keuntungan mekanisnya atau semakin kecil gaya kuasa yang harus dilakukan. Keuntungan mekanis bidang miring adalah perbandingan panjang (l) dan tinggi bidang miring (h).

KM=\frac{l}{h}

Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan bidang miring terdapat pada tangga, lereng gunung, dan jalan di daerah pegunungan. Semakin landai tangga, semakin mudah untuk dilalui. Sama halnya dengan lereng gunung, semakin landai lereng gunung maka semakin mudah untuk menaikinya, walaupun semakin jauh jarak tempuhnya. Jalan-jalan di pegunungan dibuat berkelok-kelok dan sangat panjang. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keuntungan mekanis yang cukup besar agar kendaraan dapat menaikinya dengan mudah.

Kata Kunci :

pesawat sederhana,RUMUS PESAWAT SEDERHANA,rumus katrol,rumus fisika bidang miring smp,rumus lengan beban,rumus mencari lengan beban pada pengungkit,rumus pengungkit,rumus pesawat sederhana lengkap,Rumus pesawat sederhana untuk mencari lengan beban dan kuasa pada tuas,rumus beban

Related Posts to "Pesawat Sederhana"

Response on "Pesawat Sederhana"

Muhammad Risalon Google+
Jasa Like Fanpage Facebook Murah