Thursday, 23 October 2014

Rotasi dan Revolusi Bumi

Rotasi dan Revolusi Bumi – Pembahasan kali ini untuk materi Fisika SMP Kelas IX adalah Rotasi dan Revolusi Bumi. Di sini akan dibahas apa itu Rotasi Bumi dan Revolusi Bumi serta gejala-gejala alam yang diakibatkan oleh Rotasi dan Revolusi Bumi.

Rotasi Bumi

Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya. Rotasi bumi memerlukan waktu 23 jam 56 menit. Arah rotasi bumi dari barat ke timur. Rotasi bumi menyebabkan hal-hal berikut.

a. Gerak semu harian matahari

Sepanjang pagi hingga petang hari, matahari seolah-olah bergerak. Matahari terbit di sebelah timur, lama-kelamaan bergerak dan tenggelam di sebelah barat.

b. Terjadinya siang dan malam serta perbedaan waktu

Kala rotasi bumi lebih kurang 24 jam, sehingga tiap jam berbeda bujur sebesar 360o/24 = 150o. Daerah-daerah yang garis bujurnya sama mempunyai waktu yang sama pula

Jika letak bujur standar di sebelah barat bujur nol, maka waktunya dikurangi. Adapun jika letak bujur standar di sebelah timur bujur nol, waktunya ditambah. Waktu di daerah bujur timur adalah waktu Greenwich ditambah selisih jam, sehingga waktu di belahan timur dirumuskan:

rumus waktu di belahan timur

dengan:

GMT = bujur nol

BT = bujur timur

Waktu di daerah bujur barat adalah waktu Greenwich + selisih jam, sehingga waktu di belahan barat dirumuskan:

rumus waktu di belahan barat

dengan: BB = bujur barat

c Pembelokan arah angin

Pembelokan arah angin berdasarkan hukum Buys Ballot yang berbunyi:

1) udara bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah,

2) di belahan bumi selatan, angin membelok ke kiri, sedangkan di belahan bumi utara angin membelok ke kanan.

d. Pembelokan arah arus laut

Gerak pembelokan arah angin dan arus laut disebut efek Coriolis. Arus laut memang disebabkan oleh angin. Di belahan bumi utara, arus laut membelok searah jarum jam, sedangkan di belahan bumi selatan, arus laut membelok berlawanan arah jarum jam. Akibat rotasi bumi, bentuk bumi tidak bulat sempurna, tetapi agak lonjong (elips). Diameter bumi di daerah kutub sebesar 12.714 km, sedangkan di daerah khatulistiwa 12.757 km.

Revolusi Bumi

Revolusi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Revolusi bumi memerlukan waktu 365,25 hari atau 1 tahun. Pada saat mengelilingi matahari, bumi memiliki bidang orbit yang disebut ekliptika. Arah revolusi bumi berlawanan arah dengan perputaran jarum jam. Revolusi bumi menyebabkan hal-hal berikut.

a. Terjadi gerak semu tahunan matahari

Gerak semu matahari

Gerak semu matahari

Matahari tidak setiap saat berada di khatulistiwa. Pada Gambar di atas ditunjukkan bahwa pada tanggal 21 Maret, matahari berada di khatulistiwa untuk waktu tiga bulan (21 Maret– 21 Juni), matahari mulai bergeser dari khatulistiwa menuju ke GBU (Garis Balik Utara = garis 23,5oLU). Tiga bulan berikutnya (21 Juni– 23 September) matahari bergeser lagi dari GBU menuju ke khatulistiwa. Tiga bulan berikutnya lagi (23 September–22 Desember), matahari bergeser lagi dari khatulistiwa menuju ke GBS (Garis Balik Selatan = garis 23,5oLS). Akhirnya, tiga bulan berikutnya (22 Desember– 21 Maret), matahari bergeser lagi dari GBS menuju kembali ke khatulistiwa.

Posisi bumi terhadap mataharib. Terjadi perbedaan lamanya siang dan malam

Adanya kemiringan sumbu bumi 23,5o menyebabkan perbedaan lama siang dan malam. Pada saat matahari berada di khatulistiwa (21 Maret dan 23 September) semua tempat di bumi, kecuali di kutub mempunyai waktu siang dan malam yang sama, yaitu 12 jam.

Pada saat matahari berada di GBU (Gambar a), maka belahan bumi utara mengalami siang lebih lama dibandingkan malam hari, sedangkan belahan bumi selatan mengalami siang hari lebih pendek dibandingkan malam hari. Pada saat matahari berada di GBS (Gambar b), maka belahan bumi selatan mengalami siang hari lebih lama dibandingkan malam hari, sedangkan belahan bumi utara mengalami siang lebih pendek dibandingkan malam hari.

c. Pergantian musim

Adanya kemiringan sumbu bumi 23,5o mengakibatkan kecondongan arah sumbu bumi berubah-ubah, sehingga mengakibatkan juga terjadinya pergantian musim. Adapun, pergantian musim di bumi adalah sebagai berikut.

1) 21 Maret – 21 Juni

Kutub utara bumi makin condong ke arah matahari, sedangkan kutub selatan bumi makin condong menjauhi matahari. Akibatnya, belahan bumi utara mengalami musim semi (spring), sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim gugur (autumn). 2) 21 Juni – 23 September Kutub utara bumi condong menjauhi matahari, sedangkan kutub selatan bumi condong ke matahari. Akibatnya, belahan bumi utara mengalami musim panas (summer), sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim dingin (winter).

3) 23 September – 22 Desember

Kutub utara bumi makin condong menjauhi matahari, sedangkan kutub selatan bumi makin condong ke arah matahari. Akibatnya, belahan bumi utara mengalami musim gugur (autum), sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim semi (spring).

4) 22 Desember–21 Maret

Kutub utara bumi condong ke arah matahari, sedangkan kutub selatan bumi condong menjauhi matahari. Akibatnya, belahan bumi utara mengalami musim dingin (winter), sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim panas (summer).

Kemiringan sumbu bumi di ekliptika

Kemiringan sumbu bumi di ekliptika

 

Kala revolusi bumi digunakan sebagai dasar utama dalam penghitungan tahun Syamsiah atau tahun Masehi (kalender matahari). Pada tahun Masehi, 1 tahun terbagi menjadi 12 bulan yaitu dari Januari, Februari, hingga Desember.

Kata Kunci :

rotasi revolusi dan fisik matahari,akibat ke condongan poros bumi dan revolusi bumi mengelilingi matahari menyebabkan ?,gerak semu matahari,kemiringan sumbu bumi di ekliptika

Response on "Rotasi dan Revolusi Bumi"

Muhammad Risalon Google+
Jasa Like Fanpage Facebook Murah